Cara Menghitung ROI Google AdWords

Cara Menghitung ROI Google AdWords

Cara menghitung Return on Investment Google AdWords tidak berbeda dengan perhitungan ROI investasi lainnya. ROI itu sendiri merupakan hasil yang didapatkan dari investasi yang Anda lakukan dan biasanya disajikan dalam persentase. Anda tentu sudah mengetahui keuntungan memasang iklan di Google AdWords, dimana salah satunya adalah kemudahan untuk mengukur ROI. Sekarang kami akan membahas bagaimana cara menghitung ROI saat Anda beriklan dengan menggunakan Google AdWords.

Rumus sederhana untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut:

ROI = (Profit / Total Pengeluaran) x 100%

Misalnya jika Anda mengeluarkan biaya iklan sebesar 1.000.000 dan satu bulan kemudian mendapatkan profit sebesar Rp 200.000, maka ROI yang didapat adalah sebesar 20%. Simak contoh kasus di bawah ini untuk lebih jelasnya.

Contoh Perhitungan ROI Google AdWords

Agar lebih jelas dan detil, saya akan memberikan contoh kasus berikut:

Misalkan anggaran AdWords selama sebulan yang digunakan adalah Rp 3.000.000 dan Anda menggunakan jasa pengelola AdWords Profesional dengan biaya Rp 1.500.000. Biaya rata-rata per klik iklan Anda adalah Rp 500 /klik. Rasio konversi yang didapat adalah 5% dengan nilai setiap konversinya sebesar Rp 25.000. Berapa ROI dari kampanye iklan AdWords? Menguntungkan kah?

Berikut ini cara menghitung ROI-nya:

Dari contoh kasus di atas tentu kita bisa mengetahui bahwa total biaya yang dikeluarkan untuk Google AdWords adalah sebesar Rp 4.500.000, didapat dari anggaran AdWords ditambah dengan biaya Jasa AdWords Profesional.

Dengan biaya per klik rata-rata sebesar Rp 500, maka akan didapatkan total klik sebanyak 6.000. Rasio konversi sebesar 5% akan menghasilkan konversi sebanyak 300 kali. Karena nilai setiap konversinya adalah Rp 25.000 maka total nilai yang didapatkan dari Google AdWords adalah Rp 7.500.000. Anggaplah ini sebagai pendapat kotor Anda yang berasal dari iklan AdWords.

Profit didapat dengan mengurangi Pendapatan Kotor dikurangi Total Biaya, yaitu Rp 7.500.000 – Rp 4.500.000 atau sebesar Rp 3.000.000. Sekarang Anda sudah bisa menghitung ROI-nya dengan rumus Profit dibagi Total Biaya dikali 100%. Dalam contoh kasus ini ROI yang didapat adalah 67%.

Apakah arti ROI 67% tersebut? Artinya adalah setiap Rp 1.000 yang Anda keluarkan akan menghasilkan Rp 1.670, Menguntungkan kah? Tentu saja, karena selama ROI bernilai positif artinya Anda untung.

Sebagai tambahan, nilai konversi bisa Anda dapatkan angkanya dari profit penjualan di setiap transaksi atau bisa juga nilai yang Anda berikan untuk setiap database prospek yang masuk. Itu semua tergantung tujuan pemasaran Anda dengan Google AdWords.

AdWords Bisa Membiayai Dirinya Sendiri

Satu poin lagi yang menarik selain perhitungan ROI adalah Payback Period atau periode pengembalian biaya di awal. Payback Period ini memiliki rumus Total Biaya dibagi dengan Profit. Dalam contoh kasus ini, Payback Period nya adalah Rp 4.500.000 / Rp 3.000.000 yaitu 1,5. Apa artinya? Pengembalian biaya AdWords di bulan pertama akan sepenuhnya kembali setelah 1,5 bulan. Dalam bahasa sederhananya, setelah 1,5 bulan AdWords akan membiayai dirinya sendiri karena sebetulnya biaya untuk bulan berikutnya akan diambil dari profit yang dihasilkan pada bulan-bulan sebelumya.

Menarik? idKeyword siap membantu jika Anda membutuhkan Jasa AdWords Profesional.

Mau Tips Keren Lain Seperti Tulisan Ini?
Daftarkan Email Anda Sekarang!

mengoptimasi kampanye adwords
4 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mengoptimasi Kampanye AdWords Kita
Belajar AdWords Gratis dengan Email Course
Belajar AdWords Gratis dengan Email Course
Menggunakan AdWords dengan Laptop
Mengapa Banyak Bisnis Berkembang Setelah Menggunakan AdWords?
Cara Melihat Quality Score
Bagaimana Cara Melihat Quality Score?
Link Building On-page SEO
Kriteria Backlink yang Berkualitas
6 Kriteria Backlink Berkualitas untuk SEO
4 Aturan Link Building untuk SEO
4 Aturan Dasar Link Building untuk SEO
contoh kualitas pada Link Building
Mengenal Apa Itu Link Building?
Contoh 2: Foto Sampul Facebook Hunger Games
Tips Memasang Foto Sampul Facebook untuk Bisnis
Tutorial Membuat Facebook Page untuk Bisnis
Tutorial Cara Membuat Facebook Page untuk Bisnis
Orang Sedang Bingung Memilih Topik Facebook Page
Tips Menentukan Target Market dan Topik Facebook Page
Tutorial Membuat Facebook Page untuk Bisnis
Inilah Alasan Mengapa Pelaku Bisnis Menggunakan Facebook!
Laptop dan Website idKeyword
Contoh Deskripsi Produk yang Baik dan yang Buruk
Alasan Mengapa Blog Gagal Mengembangkan Bisnis
5 Alasan Mengapa Blog Gagal untuk Mengembangkan Bisnis
3 hal yang perlu dilakukan setelah membuat website
3 Hal yang Perlu Dilakukan Setelah Membuat Website
Memahami istilah umum Google Analytics
Memahami Istilah Umum pada Google Analytics

Suka Dengan Artikel idKeyword?

Jangan Ketinggalan Updatenya! Daftarkan Email Anda Sekarang